IBX592D1572C2D4F

Aplikasi Untuk Jasa Cuci Pakaian

Adalah Halilintar Ramadhan penemu ide membuat aplikasi on demand service menyasar jasa laundry atau penatu. Di luar negeri permintaan untuk aplikasi cuci pakaian sudah bisa dinikmati oleh berbagai pelanggan. Model bisnis ini dapat diterapkan di Indonesia merujuk menjamurnya usaha laundry di berbagai wilayah.



Taptopick nama aplikasinya. Diluncurkan di pasar pada awal januari tahun ini. Sang penemu mengklaim bahwa ini adalah penatu berbasis aplikasi handphone pertama kali di Indonesia. Pak Lintar, biasa dipanggil demikian, ingin menjalin kerjasama dengan banyak pebisnis laundry. Tak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menggunakan fitur tersebut. Cukup tambahan jasa promosi pemasaran dan kurir yang disediakan oleh pengelola aplikasi tersebut.

Selama ini Taptopick masih fokus kembangkan usaha di sekitar Jakarta. Ada beberapa syarat yang dipenuhi pengusaha laundry bila ingin menjadi mitra taptopick. Semua soal kualitas cucian seperti cucian tidak boleh bau, harus licin dan rapi, tidak boleh ada noda tertinggal di pakaian dan juga punya aroma parfum yang baik. Pihak taptopick juga akan melakukan pengecekan secara terselubung untuk calon mitra tanpa diketahui olehnya. Terdapat beberapa kali pengecekan dan harus lulus uji.

Dengan adanya penggunaan aplikasi berikut antar jemput menjadikan tarif laundry menjadi mahal. Misal untuk tarif satu kilogram menggunakan aplikasi ini adalah Rp 12.000,- untuk jasa cuci lipat saja, sedangkan plus setrika menjadi Rp 15.000,-. Sekarang taptopick sudah menjalin kerjasama dengan 16 mitra tersebar di kota Jakarta.

Bila di atas mengupas tentang aplikasi untuk cuci pakaian berbasis handphone, Anda bisa mencoba web aplikasi berbasis Peta Google atau Google Maps. Pelanggan akan diarahkan mencari laundry yang terdekat dari tempat tinggalnya. Aplikasi ini gratis bagi Anda pengusaha laundry. Silahkan akses www.laundrydirectory.com Situs direktori laundry Indonesia pertama berbasis Google Maps!